Gowa  

Dorong Optimalisasi PAD, Adnan Ingin Gowa Mandiri Seperti Badung

Avatar photo

BADUNG— Bupati Adnan Purichta Ichsan selalu punya rencana besar untuk memajukan Kabupaten Gowa.

Salah satu rencana besar Adnan, ingin menjadikan Gowa sebagai daerah mandiri seperti Kabupaten Badung, Bali.

Sekadar diketahui, Badung adalah kabupaten dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Indonesia dengan capaian Rp6 triliun.

Torehan PAD ini membuat Badung menjadi kabupaten mandiri. Bupati Adnan ingin, PAD Gowa juga bisa meniru pencapaian Badung.

Adnan menegaskan potensi-potensi PAD yang ada harus digenjot agar Gowa bisa segera menjadi daerah yang mandiri.

“Kita di Kabupaten Gowa terus berusaha menuju pada kemandirian daerah. Makanya itu, kita harus memiliki visi yang sama untuk bisa meningkatkan PAD jauh lebih tinggi. Saya tegaskan, bahwa kemandirian daerah itu bisa terwujud melalui kalian (SKPD) sebagai pengelola pendapatan,” tegas Adnan dalam Rapat Koordinasi Pendapatan Daerah bagi seluruh SKPD Pengelola PAD di Fashion Hotel Legian, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Selasa (12/9).

Baca Juga:  902 Pegawai P3K di Gowa Terima SK

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) itu menyampaikan, ada tiga strategi yang dilakukan dalam peningkatan PAD Gowa.

Pertama pengembangan pariwisata dengan menghadirkan berbagai obyek wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan datang ke Gowa khususnya saat akhir pekan atau weekend.

“Senin-Kamis kita memang tidak bisa menandingi Makassar, namun di hari Jumat-Minggu kita bisa menarik orang datang ke Gowa untuk liburan apalagi di tahun ini ada berbagai tempat wisata unggulan yang pengerjaannya sedang berjalan. Yaitu Cimory Malino Wonderland, Malino Hills, Kampung Eropa dan Malino Green Hills. Jika ini selesai maka Insya Allah potensi PAD kita bisa meningkat lebih pesat,” urai Adnan.

Baca Juga:  Bupati Adnan Resmikan Masjid Nur Ichsan BPN Gowa

Tak hanya itu, lanjut Adnan, strategi lainnya yang dilakukan yaitu dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, dan pengembangan inovasi peningkatan PAD.

Ini harus dikelola dengan baik agar beban keuangan yang ada mampu tertangani dengan meningkatkan PAD.

“Kondisi keuangan daerah yang ada saat ini tidak sedang baik-baik saja. Apalagi beban APBD sangat besar di tahun depan seperti Pilkada yang harus dianggarkan full dari APBD. Beban hubungan keuangan pemerintah pusat yang mewajibkan infrastruktur 40%, 30% untuk belanja pegawai, pendidikan 20%, kesehatan 10%, dana desa naik menjadi 15%, lalu kemudian ada APIP ada BPJS,” terangnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Gowa, Indra Wahyudi Yusuf mengungkapkan, rakor ini dihadiri oleh segenap SKPD.

Bertujuan untuk menyatukan persepsi dan berkolaborasi dalam upaya meningkatkan PAD di Kabupaten Gowa.

Baca Juga:  Khatam Quran di Bulan Ramadan, 11 ASN Pemkab Gowa Dapat Hadiah Umrah

“Kami sambil studi tiru juga langsung melakukan rapat koordinasi bersama SKPD terkait, termasuk mendengarkan langsung kiat-kiat Bupati Klungkung dan Pemda Badung yang mereka lakukan di daerah masing-masing dalam peningkatan PAD,” bebernya.

Ia berharap melalui rakor ini, seluruh peserta khususnya pimpinan SKPD dan bendahara penerimaannya bisa lebih terpacu dalam melakukan peningkatan PAD khususnya di bidang kepariwisataan.(rus)