Tragedi Penembakan di Prancis Memicu Kerusuhan Massal, WNI Terhindar dari Dampak

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Judha Nugraha, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tidak ada WNI yang terdampak atau terlibat dalam kerusuhan tersebut.

Ilustrasi. /Pexels @Antonio_Cansino

PRANCIS – Kejadian tragis terjadi di Prancis ketika seorang pemuda Prancis berdarah Aljazair, Nahel (17), tewas ditembak oleh petugas polisi pada Selasa, 27 Juni 2023.

Insiden ini mencetuskan gelombang kerusuhan yang melanda berbagai daerah di sekitar Paris, seperti Seine-Saint Denis, Villeurbanne, Nantes, dan Toulouse, hingga Rabu, 28 Juni 2023 malam.

Dalam menghadapi situasi yang mencekam ini, KBRI Paris dan pihak kepolisian kota Nanterre bekerja sama dengan erat untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Prancis.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Judha Nugraha, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tidak ada WNI yang terdampak atau terlibat dalam kerusuhan tersebut.

Baca Juga:  Tragedi Roller Coaster di Swedia: Satu Tewas, Sembilan Terluka

Dalam upaya menjaga hubungan antara KBRI Paris dan masyarakat Indonesia di Prancis, pihak kedutaan telah mengoordinasikan langkah-langkah dengan polisi setempat dan menghubungi simpul-simpul komunitas Indonesia.

Koordinasi yang intensif ini memberikan kepastian bahwa WNI di Prancis aman dan tidak terkena dampak kerusuhan yang berkecamuk.

Meskipun situasi Prancis masih diliputi ketegangan, WNI dapat bernapas lega mengetahui bahwa pemerintah Indonesia telah melindungi mereka dari risiko kerusuhan tersebut.

Dalam penjelasannya, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa tidak ada laporan mengenai keterlibatan atau dampak yang dialami oleh WNI hingga saat ini.

Dengan adanya keamanan yang terjamin bagi WNI, perhatian dunia internasional semakin terfokus pada tragedi penembakan dan kerusuhan yang sedang melanda Prancis.

Baca Juga:  Hwang Minhyun, Penyanyi dan Aktor Terkenal, Siap Jalani Tur Solo Asia Perdananya

Peristiwa ini menjadi sorotan global, menyoroti isu kekerasan polisi, rasial, dan konflik sosial yang masih menjadi tantangan bagi negara-negara maju seperti Prancis.***