Niaga  

Sandiaga Uno Dorong Kawula Muda Makassar Berwirausaha

Avatar photo

MAKASSAR—Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak kawula muda atau Milenial Makassar berwirausaha.

Kemajuan teknologi saat ini, kata Sandiaga bisa dimanfaatkan oleh generasi muda dalam mengembangkan perekonomian.

Hal itu disampaikan Sandiaga dalam Forum Group Discussion (FGD) di Area Monumen Mandala, Rabu (23/8/2023). Acara ini dihadiri oleh sekitar 700 para muda kota Daeng, julukan Makassar.

“Generasi muda di Makassar harus berpartisipasi dalam upaya menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Generasi muda harus mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya sehingga kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan semakin mudah,” kata Sandiaga.

Menurut Sandiaga, kesenjangan sosial menjadi salah satu pemicu hadirnya kelompok begal atau berbagai aktivitas anak muda yang meresahkan masyarakat.

Baca Juga:  Pertamina Patra Niaga Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Belanja Baju Lebaran dalam Program SEBARAN di Kota Makassar

Karena itu, Ia mengungkapkan rasa kagumnya terhadap keberhasilan sejumlah generasi muda yang hadir dalam FGD itu dalam menghadirkan usaha-usaha yang kreatif dan inovatif.

“Saya kira ini sangat menggugah semangat karena apa yang diperjuangkan oleh anak-anak muda ini adalah bagaimana ekonomi bisa bergerak dalam menghadapi potensi kesenjangan sosial agar anak-anak jadi garda terdepan untuk memperjuangkan Indonesia maju di 2045,”ungkapnya.

Sandiaga juga menekankan pentingnya menerapkan prinsip kerja 4as dalam mengembangkan usaha. Yaitu Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas.

“Prinsip kerja 4as ini penting dimiliki anak muda dalam memanfaatkan ekonomi digital untuk mengembangkan usaha,” terangnya.

Pengusaha muda Makassar, Radit dalam FGD itu memaparkan tentang kisah duka hidupnya sebelum bangkit dan menggeluti bisnis.

Baca Juga:  Gaungkan Penerapan Energi Bersih Ramah Lingkungan, Sekolah Energi Berdikari Pertamina Hadir di Makassar

Ia mengaku pernah berada di balik jeruji besi. Namun pahitnya hidup yang dialaminya itu menjadi inspirasi untuk bangkir.

Berselang dua tahun ia bisa mengukir sejumlah prestasi sebagai salah satu peraih inovator nasional.

Saat ini Radit sukses menciptakan peluang kerja bagi anak-anak muda yang termarjinalkan dengan lingkungan sosial dan ekonomi hingga pendidikan.

Ia mengaku bangga karena sukses memberdayakan 40 orang di rumah produksi sablon baju yang dirinya rintis.

“Alhamdulillah teman-teman yang bergabung bersama kami merasah enjoy dan usaha kita lebih sukses lagi kedepannya,”ujar Radit.(rus)