Gowa  

Pemkab Gowa Dorong Peran Desa Turunkan Angka Stunting

Avatar photo

GOWA—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa bersama TP PKK terus berkomitmen menurunkan angka stunting.

Desa dan Kelurahan pun didorong untuk berperan aktif dalam percepatan penurunan angka stunting.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan masalah stunting telah menjadi perhatian Presiden RI Joko Widodo. Kerana itu, pemerintah kabupaten/kota diminta fokus untuk menurunkan jumlah kasus tersebut termasuk di Kabupaten Gowa.

“Target presiden RI, tahun 2024 angka prevalensi stunting harus berada di angka 14 persen secara nasional. Makanya semua kabupaten/kota diharapakan berkontribusi dalam penurunan angka stunting,” beber Adnan dalam seminar Peran Desa Dalam Percepatan Penurunan Angka Stunting di Hotel Four Point By Sheraton, Makassar, Kamis (27/7/2023).

Adnan menyampaikan, menghadapi Indonesia Emas 2045, salah satu indikatornya adalah bonus demografi yang merupakan usia produktif lebih banyak dibanding non produktif.

Baca Juga:  Potensi Besar Gowa di Sektor Peternakan, Manuju Jadi Kecamatan Pengembangan Ayam Boiler 

Namun Ini menjadi bonus ketika Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada itu unggul dan berkualitas. Sebaliknya, kata Adnan apabila SDMnya tidak unggul maka bakal menjadi petaka.

“Contoh tidak unggulnya SDM adalah stunting. Bahaya stunting menjadi masalah kita bersama untuk menciptakan SDM yang hebat dan unggul dimasa yang akan datang, sehingga mari kita bersama-sama memberantas stunting di Kabupaten Gowa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Adnan menyebutkan, untuk menurunkan angka stunting dibutuhkan kerja sama seluruh pihak. Mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga kabupaten dan lintas sektoral. Sehingga seminar ini bertujuan untuk menyamakan persepsi agar angka stunting di Kabupaten Gowa bisa segera mengalami penurunan.

“Jika kita mau anak cucu kita lebih baik, maka persiapkan Sumber Daya Manusianya (SDM)  dari sekarang dengan memberantas stunting. Namun untuk mencapai hal itu kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak akan sangat membantu,” tukasnya.

Baca Juga:  Masyarakat Gowa Doakan Rakyat Palestina

Ketua TP PKK Gowa, Priska Paramita Adnan mengaku saat ini permasalahan stunting memang menjadi perhatian seluruh daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Gowa.

Salah satu permasalahan yang ada kata Priska, pelayanan Posyandu saat ini belum maksimal termasuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

“Kita sering mendengar yang namanya stunting itu harus diturunkan, namun memang masih banyak kekurangan-kekurangan. Salah satunya Posyandu yang belum bisa mencapai target ditambah jalannya PMT belum maksimal sesuai dengan penganggaran yang ada,” jelasnya.

Olehnya ia berharap, melalui seminar ini dengan menghadirkan Pakar Gizi Masyarakat ternama, penurunan angka stunting yang dimulai dari peran desa bisa berjalan sehingga target pemerintah pusat tahun 2024, 14 persen bisa tercapai.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa sekaligus Ketua Panitia Seminar, Abdul Haris mengatakan kegiatan ini diikuti sebanyak 354 orang yang merupakan pimpinan SKPD terkait, Kepala Desa, Lurah Se-Kabupaten Gowa, TP PKK desa/kelurahan hingga kecamatan.

Baca Juga:  Wabup Gowa Tepis Dokter RSUD Syekh Yusuf Mogok Kerja

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan penguatan dan dukungan lintas sektor dalam intervensi peningkatan penurunan stunting di Kabupaten Gowa, sehingga diharapkan seluruh peserta bisa memperhatikan dengan baik materi yang akan diberikan oleh narasumber,” pungkasnya.(rus)