Kejurnas Tapak Suci, Sulsel Raih 6 Perunggu 

Avatar photo

PAYAKUMBUH—– Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tapak Suci di Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) telah berakhir. Di ajang ini, Tapak Suci Sulsel meraih 6 medali perunggu.

6 medali perunggu Sulsel itu dipersembahkan masing-masing, Muh. Akil Sinsur (Pimda Luwu) dari kelas D, Ayu Anggraeni (Pimda Gowa) kelas beregu, dan Mutiara Salsabilah (Pimda Gowa) beregu.

Selanjutnya, Syamsinar (Pimda Gowa) beregu, Dhea Ananda (Pimda Gowa) beregu, dan M. Yukuf (Pimda Gowa) beregu

Manajer Tim Tapak Suci Sulsel, Arifuddin Saeni tetap bangga dengan torehan 6 medali perunggu itu.

Kendati gagal meraih medali emas, Ketua Pimda Tapak Suci 177 Putra Muhammadiyah Gowa menilai, 6 medali perunggu itu adalah prestasi yang luar biasa.

Baca Juga:  Saksikan Live ANTV, Laga International Big Match PERSIJA vs RATCHABURI FC dari Stadion Chandrabaga Bekasi

“Mereka-mereka yang hadir di sana (Payakumbuh, red) adalah pesilat-pesilat tangguh dari seluruh Indonesia. Dan ini sesuatu yang sangat membanggakan bagi kami karena mampu meraih 6 medali perunggu,” ujar Arifuddin Saeni melalui siaran pers, Rabu 2/8/2023.

Pesilat dari Tapak Suci Muhammadiyah yang ikut Kejurnas di Payakumbuh, sebut dia, kurang lebih 600 pesilat dari seluruh Indonesia. Plus peserta dari Jerman.

Tim Kerjunas Tapak Suci Sulsel yang ikut Kejurnas di Payakumbuh, masing-masing Pimda Tapak Suci Gowa lima orang, Pimda Luwu dan Pinrang masing-masing satu orang.

Kata dia, Kejurnas Tapak Suci di Sumbar menjadi pengalaman bagi pihaknya untuk melakukan persiapan yang lebih matang.

“Persiapan kami cuma satu minggu saja. Sehingga untuk kejuaraan yang sama, pada tahun-tahun mendatang, harus lebih matang lagi,” ungkap mantan wartawan ini.

Baca Juga:  Hadapi Persikabo, PSM Makassar Siap Bangkit

Sementara itu, Ketua Wilayah Tapak Suci Sulsel, H. Arief H. Uddin, mengatakan, prestasi yang diperoleh atlet Tapak Suci Sulsel di Payakumbuh, merupakan upaya maksimal yang perlu diapresiasi.

“Semoga di ajang selanjutnya prestasi bisa lebih ditingkatkan,” kuncinya. (Arifuddin Saeni)